FILOGI

FILOGI
WE ARE FILOGI ( FILSAFAT PSYCHOLOGY) Dilatarbelakangi oleh Tugas Filsafat dari kelas LC64 BINUS University, di blog ini berisi tentang ulasan kembali yang di ringkas (Summary) dari beberapa pelajaran atau sumber lain.

Minggu, 24 Mei 2015

Sigmund Freud dan Psikoanalisa

Jika kita membicarakan tentang psikoanalisa tentu saja yang kita bicarakan adalah Sigmund Freud, pendiri dari aliran psikoanalisa.
- Sering dikatakan psikoanalisa adalah Sigmund Freud dan Sigmund Freud adalah psikoanalisa.
- Tujuan dari psikoanalisis adalah untuk memperkuat ego, membuatnya lebih independen dari superego.

Sigmund Freud
Gambar 1. Sigmund Freud
link: http://fc05.deviantart.net
   Sigmund Freud lahir di Freiburg, Moravia pada tahn 1856, ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Wiena dan meninggal di London pada tahun 1939.Ia menempuh pendidikan kedokteran dan memperdalam keterampilan dibidang neurologi. Freud banyak mengobati pasien-pasien hysteria, yaitu pasien-pasien yang menderita fungsional-somatis disorder dengan latar belakang psikologi.

   Pada tahun 1885 Freud pergi ke Paris disana ia belajar pada Pierre Janet dan Jean Charcot mengenai teknik menyembuhkan pasie hysteria dengan teknik hipnosa. Setelah itu ia kembali ke Wina dan bekerja sama dengan Joseph Breuer yang telah berhasil menyembuhkan banyak pasien menggunakan teknik hipnosa, dimana pasien disuruh untuk mengemukakan hal-hal yang emosional yang dialaminya, dan pasien diberikan keempatan untuk meluapkan (catharsis) segala hal yang membuatnya merasa tidak nyaman dan menimbulkan ketegangan. Pada mulanya, Freud juga menggunakan teknik ini, tetapi akhirnya ia menggunakan tehnik analisa mimpi (traumdeutung) dimana pasien diinta menceritakan mimpi-mimpinya dan dari mimpi itu Freud mencoba menganalisis mimpi itu. Tehnik Freud yang lain adalah asosiasi-bebas, dimana pasien dirangsang dan dipancing perasaan-perasaan tidak enaknya dengan sengaja ataupun hal-hal yang sudah dilupakan.

   Psikoanalisa disebut juga aliran Psikologi Dalam (depth psychology) yang menggambarkan jiwa sebagai sebuah gunung es.Bagian yang terkecil dan muncul di permukaan air adalah bagian kesadaran (consciousness). Agak dibawahnya adalah bagian prakesadaran (preconsciousness atau subconsciousness) yang berisi hal-hal yang dapat timbul ke kesadaran sewaktu-waktu. Bagian yang paling bawah dan terbesar adalah ketidaksadaran (unconsciousness) yang berisi dorongan-dorongan tang berusaha muncul ke kesadaran. Dorongan-dorongan ini selalu mendesa ke atas, tetapi tempat di atas sangat terbatas, disinilah peran ego (aku) yang mengatur dorongan mana yang harus tetap tinggal di bawah dan mana diperbolehkan ke atas. Menurut Freud, segala tingkah laku manusia berasal dari dorongan-dorongan yang letaknya berada di ketidaksadaran (unconsciousness). 
Teori psikoanalisa Freud dapat berfungsi sebagai tiga macam teori, yaitu: (1) sebagai teori kepribadian, (2) sebagai teknik analisa kepribadian dan (3) sebagai metode terapi (penyembuhan).

Gambar 2. Struktur Kepribadian
link: http://2.bp.blogspot.com
   Sebagai teori kepribadian, psikoanalisa mengatakan bahwa jiwa terdiri dari tiga sistem, yaitu: (1) id, id terletak di dalam ketidaksadaran (unconscousness), berisi dorongan-dorongan primitif, yaitu dorongan-dorongan untuk hidup (life instinct) dan dorongan untuk mati (death instinct), dorongan untuk hidup adalah dorongan seksual, yang disebut juga sebagai libido sedangkan dorongan untuk mati adalah dorongan agresi (keinginan untuk menyerang orang lain). prisnsip yang dianut oleh id adalah perinsip kesenagan (pleasure principle) dan bertujuan utuk memuasakan semua dorongan primitif yang ada. (2) superego, superego adalah kebalikan dari id, sistem ini sepenuhnya dibentuk oleh kebudayaan, seorang anak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bleh dan mana yang tidak boleh dari pendidikan yang diberikan oleh orangtua. Superego juga dibentuk dari norma-norma yang ada di masyarakat sehingga superego berisi dorongan-dorongan untuk berbuat kebaikan, dorongan-dorongan untuk mentaati peraturan masyarakat dan sebgainya.Dorongan-dorongan superegolah yang erusaha menekan dorongan dari id. (3) ego, ego adalah sistem dimana id dan superego adu kekuatan. Fungsi ego adalah menjaga keseimbangan dari id dan superego, supaya tidak hanya dorongan id yang dimunculkan ke kesadaran dan tidaak semua dorongan superego saja yang dipenuhi.Ego hanya menjalankan prinsip kenyataan (reality principle)lah satu-satunya. Ego adalah satu-satunya sistem yang berhubungan dengan dunia luar secara langsung. Jika seseorang terlalu dikuasai oleh id, maka ia akan menjadi psikopat (tidak memperhatikan norma) dan juka seseorang terlalu dikuasai superego, maka ia akan menjadi psikoneurose (tidak bisa menyalurkan sebagian besar dorongan primitifnya).

Mekanisme Perahanan

  Freud mengatakan untuk menyalurkan dorongan-dorongan primitif yang tidak dibenarkan oleh superego, ego mempunyai cara tertentu yang disebut mekanisme pertahanan (defense mechanism) yang berguna untuk melindungi ego dari ancaman dorongan primitif yang terus mendesak tetapi tidak diizinkan superego. Ada sembilan defense mechanism yang dikemukakan Freud:
Gambar 3.  Mekanisme Pertahanan
link: http://www.davesenneagram.com
1. Represi (Repression)
   Hal-hal yang pernah dialami dan menimbulkan ancaman bagi ego akan ditekan agar masuk ke ketidaksadaran dan disimpan di sana. Hal yang ditekan ke ketidaksadaran tidak dapat dikeluarkan ke kesadaran, jadi berbeda dengan lupa.
  Contoh kasus: Seorang wanita yang sedang jalan-jalan dengan pacarnya, dan berpapasan dengan wanita lain. wanita lain ini mengaku ia adalah teman lama si wanita pertama tetapi setelah mengobrol lama si wanita pertama tidak ingat siapa wanita lain itu, rupanya dulu wanita itu adalah wanita yang pernah merebut pacarnya dan saking ia sakit hati ia sampai menekan pengalamannya itu ke dalam ketidaksadaran, sehingga ia sama sekali tidak ingat siapa wanita tersebut.

2. Pembentukan reaksi (Reaction Formation)
  Disini seseorang bereaksi sebaliknya dari yang ia inginkan sehingga tidak melanggar superego.
  Contoh kasus: Seorang ayah yang membenci anaknya karena saat melahirkannya istrinya meninggal dunia, ia sangat ingin membunuh anaknya, tetapi tidak diperbolehkan oleh superegonya, sehingga ia malah sangat menyanyangi anaknya secara berlebihan dan sang anak merasa terkekang.

3. Proyeksi (Projection)
  Karena superegonya melarangnya mempunyai suatu perasaan kepada orang lain, maka ia malah bertingkah seolah-olah orang lain itu yang mempunyai perasaan tertetu kepadanya. 
   Contoh kasus: Anna membenci Dita karena Dita adalah teman yang populer di kelas, tetapi karena dilarang superegonya maka Anna mengatakan kepada teman-temannya bahwa Dita membencinya.

4. Penempatan yang keliru (Displacement)
   Seseorang tidak bisa melampiaskan perasaan tertentu kepada orang yang ia inginkan, maka ia malah melampiaskan kepada orang lain.
   Contoh kasus: Viska lelah dengan tugas kuliah dari dosennya dan ingin marah-marah kepada dosennya secara langsung, tetapi karena sikap itu tidak bisa dibenarkan oleh superego maka ia malah marah-marah dengan pacarnya.

5. Rasionalisasi (Rationalisation)
  Membuat berbagai alasan sehingga hal yang tidak dibenarkan superego menjadi bisa debenarkan.
  Contoh kasus: Menurut superego Daniel tidak benar jika ia memukul Anton, tetapi ia tetap memukul Anton dengan alasan ia hanya melakukan  itu untuk mendidik Anton sehingga Anton lebih baik lagi kedepannya.

6. Supresi (Supression)
   Menekan hal yang dianggap membahayakan ego ke ketidaksadaran, tetapi hal yang ditekan daam supresi adalah hal-hal yang berasal dari ketidaksadaran dan belum pernah muncul ke kesadaran.
   Contoh kasus: Bobby mempunyai dorongan Oedipoes Complex (dorongan seksualitas dimana anak laki-laki tertarik terhadap ibunya).

7. Sublimasi (Sublimation)
   Dorongan yang tidak diperbolehkan superego tetapi menjadi boleh karena tidak masalah dalam asyarakat,
   Contoh kasus: Membunuh seseorang sebenarnya dilarang superego, tetapi dibenarkan dalam hal peperangan, menjaga negara dan sebagainya.

8. Kompensasi (Compensation)
   Adalah menutupi salah satu kelemahan dengan meningkatkan prestasi di bidang lain.
  Contoh kasus: Rini tidak cantik, sehingga tidak banyak yang mem[erhatikannya, tetapi ia pintar sehingga akhirnya banyak orang yang kagum akan kepintarannya.

9. Regresi (Regression)
 Untuk menghindari kegagalan dan ancaman dari ego, seseorang akan kembali ke tahap perkembangan yang lebih rendah.
  Contoh kasus: Lina sudah mulai masuk ke usia 30 tahun, ia merasa sudah tua dan takut tua, maka sifatnya berubah menjadi kekanak-kanakkan.

Teori mimpi
Gambar 4. Mimpi
link: http://3.bp.blogspot.com
   Freud menganggap mimpi sebagai suatu tema yang sangat penting. Mimpi adalah "via regia" atau jalan utama yang mengantar ke ketidaksadaran. Freud tidak hanya membicarakan fenomena psikis yang terdapat pada pasien saja, tetapi juga pada orang normal, bahkan ia banyak menggunakan mimpi-mimpinya sendiri sebagai objek penyelidikan. "Mimpi adalah cara berkedok untuk mewujudkan suatu keinginan yang direpresi." Kalimat tersebut merupakan definisi mimpi dari Freud.

  Freud mencapai kemajuan yang besar dalam bidang pengobatan neurosis berkat hasil studinya tentang mimpi, karena dengan mimpi ia dapat membongkar kembali ingatan seseorang mengenai masa lampau yang tidak bisa ditemukan dengan cara lain.Freud percaya bahwa alam bawah sadar tidak bisa dipelajari secara langsung, tetapi dapat dipelajari dari perilaku seseorang, pola bicara, juga mimpi.Mimpi adalah suatu gambaran simbolis dari kebutuhan, keinginan, dan konfilik yang tidak kita sadari.

   Freud melukiskan mimpi sebagai pemenuhan keinginan terlarang dengan cara berhalusinasi, Freud menyatakan mimpi tidak hanya mengungkapkan keinginan seseorang yang ada saat ini tetapi juga mengungkapkan keinginan dari masa kanak-kanak.

Sumber:
1. Craze, Richard. (2010). Tafsir Mimpi. Jakarta: Kanasius
2. Demium, Yustinus Drs. (2007). Teori Kepribadian dan Terapi Psikoanalitik Freud. Jakarta: Kanisius 
3. Freud, Sigmund. (Ed. Bartens, K.). 2006. Psikoanalisis Sigmund Freud. Jakarta: Gramedia
4. Sarwono, Sarlito W. (2008). Berkenalan dengan Aliran-Alirandan Tokoh-Tokoh Psikologi. Jakarta: PT Bulan Bintang

Sabtu, 23 Mei 2015

Globalisasi, Teknologi, Media Massa, dan Perubahan Sosial

1. Globalisasi, Teknologi dan Perubahan Sosial

Globalisasi
Gambar 1. Globalisasi
link: http://sinergibangsa.org
Globalisasi adalah sebuah proses integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.

Dampak Positif Globalisasi :
Gambar 2. Positif
link: http://photos.gograph.com
1. Meningkatkan disiplin, mempunyai kemandirian, rasional, sportif, dan sebagainya.
2. Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga produksi dalam negeri bersaing di pasar internasional.
3. Tingkat kehidupan yang lebih baik.
4. Memperoleh banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
5. Memperluas pasar untuk produk dalam negeri.
6. Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi.
7. Mobilitas yang tinggi
8. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
9. Berkembangnya turisme dan pariwisata.
10. Meningkatkan pembangunan negara.

Dampak Negatif Globalisasi :
Gambar 3. Negatif
link: http://sr.photos2.fotosearch.com
1. Semakin banyak dan mudah nilai-nilai Barat masuk ke Indonesia,baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak.
2. Lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial.
3. Banyak penyelundupan barang ke Indonesia.
4. Perusahaan dalam negeri lebih sendiri lertarik bermitra dengan perusahaan dari luar.
5. Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
6. Menghambat pertumbuhan di sektor industri.
7. Peningkatan sikap individualisme.
8. Sikap sekularisme (lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama)
9. Meningkatnya life style (bergaya hidup mewah dan boros)
10. Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan negaranya sendiri.

1.1 Teori Perubahan Sosial

1.1.1 Teori evolusi
- Memandang masyarakat seperti bergerak ke arah yang pasti, umumnya maju ke kondisi yang lebih tinggi
Gambar 4. Auguste Comte
link: http://assets.cambridge.org
- Comte melihat masyarakat manusia seperti bergerak maju dalam pemikiran mereka dari mitologi dengan metode ilmiah
Gambar 5. Emile Durkheim
link: http://blogs.library.auckland.ac
- Durkheim mempertahankan masyarakat berkembang dari yang sederhana sampai bentuk yang lebih kompleks dari organisasi sosial

1.12 Teori fungsionalis

1.12.1 Fokus pada apa yang mempertahankan sistem, bukan apa mengubahnya
Model ekuilibrium: Sebagai perubahan yang terjadi di salah satu bagian dari masyarakat, harus ada penyesuaian di bagian lain
Jika penyesuaian tidak dibuat, keseimbangan masyarakat akan terancam

1.12.2 Empat proses perubahan sosial Parsons:
Gambar 6. Talcott Parsons
link: http://study.com
a) diferensiasi (Differentiation), b) peningkatan adaptif (Adaptive upgrading), c) inklusi (Inclusion) dan d) nilai generalisasi (Value generalization)

1.13 Teori Konflik
Perubahan diperlukan untuk memperbaiki ketidakadilan sosial dan ketidaksetaraan
Gambar 7. Karl Marx
link: https://farmacon.files.wordpress.com
Marx berpendapat bahwa dengan evolusi sosial, setiap tahapan tidak bisa dihindari, merupakan  perbaikan melalui yang sebelumnya

1.2. Perubahan Global Sosial
Perubahan sosial tidak selalu mengikuti periode disintegrasi (perpecahan) internal
Waktu yang dramatis dalam sejarah untuk mempertimbangkan perubahan sosial global
Hallinan mencatat kebutuhan untuk bergerak di luar model membatasi perubahan sosial

1.3 Resistensi terhadap Perubahan Sosial

1.3.1 Faktor ekonomi dan Budaya
Upaya untuk mempromosikan perubahan sosial cenderung bertemu dengan resistensi
- Interests Vested: orang atau kelompok yang akan menderita pada saat terjadi perubahan sosial
- Budaya Lag:
Gambar 8. Culture Lag
link: http://culturelag.com
culture lag : periode ketidakmampuan beradaptasi ketika budaya nonmaterial masih berjuang untuk beradaptasi dengan kondisi materi baru

1.4 Resistensi terhadap Teknologi
Luddites: Menanggapi Revolusi Industri, beberapa kelompok menyerang pabrik dan mesin dihancurkan
Sama seperti Luddites menentang Revolusi Industri, beberapa orang menolak ekspansi (perkembangan) pasca industrialisasi

1.5 Teknologi dan Masa Depan

1.5.1 Pengertian Teknologi
Gambar 9. Teknologi
link: http://www.tren.co.id
Teknologi adalah Informasi tentang bagaimana menggunakan sumber daya material dari lingkungan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia

1.5.2 Teknologi komputer
Gambar 10. Komputer
link: http://2.bp.blogspot.com
Dekade terakhir menyaksikan ledakan teknologi komputer di Amerika Serikat dan di seluruh dunia

1.5.3 Privasi dan Sensor dalam Dusun Global
Masalah yang kompleks terhadap privasi dan sensor dapat dianggap contoh budaya lag

1.5.3.1 Patriot Act
- Fungsionalis umumnya positif dengan internet
- Teori konflik menegaskan bahwa sebagian besar kelompok yang kuat akan menggunakan teknologi untuk melanggar privasi yang kurang kuat

1.5.4 Bioteknologi
Gambar 11. Bioteknologi
link: http://previews.123rf.com
Benar-benar bermanfaat bagi manusia, tetapi membutuhkan pengawasan konstan
- Pemilihan jenis kelamin janin
- Kloning domba dan sapi

1.5.4.1 Rekayasa Genetika
- Rekayasa genetika dapat memungkinkan untuk mengubah hewan dan perilaku manusia
Perdebatan tentang rekayasa genetika meningkat ketika para ilmuwan di Skotlandia melakukan kloning pada domba
Gambar 12. Kloning pada domba
link: https://orindnesia.files.wordpress.com
- Kontroversi tumbuh lebih dari rekayasa genetika (GM) makanan

1.6 Kebijakan Sosial dan Perubahan Sosial

1.6.1 Transnasional

1.6.1.1 Pengaturan (the setting)
Pasar tenaga kerja yang semakin global
Globalisasi telah bersatu pasar tenaga kerja nasional diskrit
Transnasional: imigran yang mempertahankan beberapa hubungan sosial yang menghubungkan masyarakat asal mereka dengan masyarakat pemukiman

1.6.2 Wawasan sosiologis
- Teknologi baru mempercepat gerakan transnasional pekerja
- Fungsionalis melihat arus bebas imigran sebagai cara bagi ekonomi untuk memaksimalkan penggunaan tenaga kerja manusia
- Teori konflik mengklaim globalisasi meningkatkan jurang ekonomi antara negara maju dan berkembang
- Interaksi tertarik dalam hubungan sehari-hari antara transnasional dan orang-orang di sekitar mereka

1.6.3 Inisiatif kebijakan
Organisasi Buruh Internasional mengeluh bahwa globalisasi mengungkap sistem kesejahteraan sosial di banyak negara
Voting kelayakan tergantung pada negara
Sikap umum terhadap imigran ilegal tetap bermusuhan, terutama di AS

Figure 23-1. Labor Migration

2. The Mass Media ( Media Massa)

Perspektif Sosiologis Media

2.1 Pandangan fungsionalis

2.1.1 Media:
- sosialisasi kami
- Menegakkan norma-norma sosial
- Status berunding
- konsumsi promosi
- kita selalu diberitahu tentang lingkungan kita
- Dapat bertindak sebagai narkotika

2.1.2 Agen Sosialisasi
Gambar 13. Sosialisasi
link: http://1.bp.blogspot.com
Media meningkatkan ikatan sosial dengan menghadirkan pandangan umum dari budaya
- Memberikan pengalaman kolektif untuk anggota masyarakat
- Efek sosialisasi dapat mempromosikan pertukaran agama serta patriotik, menyatukan orang-orang percaya di seluruh dunia
- Efek sosialisasi media berarti pemrograman dapat dengan mudah menjadi kontroversial

2.1.3 Penegak ketentuan Norma Sosial
Media menegaskan kembali perilaku yang tepat dengan menunjukkan apa yang terjadi pada orang-orang yang melanggar harapan masyarakat

2.1.4 Conferral dari Status
Satu orang keluar dari satu dari ribuan masalah yang sama ditempatkan atau orang lain menjadi signifikan

2.1.5 Promosi terhadap Konsumsi
- iklan Media
- dukungan ekonomi
- menyediakan informasi
- Polis biaya media

Figure 7-1. Number of Hours per Week Spent with Media, 1997—2008 (projected)

Table 7-1. Status Conferred by Magazines

2.1.6 Pengawasan terhadap Lingkungan Sosial
Fungsi Pengawasan : pengumpulan dan pendistribusian informasi mengenai kejadian di lingkungan sosial

2.1.7 Disfungsi : narcotizing Efek
Disfungsi Narcotizing : fenomena di mana media memberikan sejumlah besar informasi dimana audiens menjadi kebal dan gagal untuk bertindak berdasarkan informasi

2.2 Pandangan konflik
Teori konflik menekankan bahwa media mencerminkan dan bahkan memperburuk banyak divisi masyarakat kita dan dunia, termasuk:
a) jenis kelamin b) ras c) etnisitas dan d) Kelas sosial
Gambar 14. Gender
link: http://i274.photobucket.com
Gatekeeping: bagaimana bahan  harus melakukan perjalanan melalui serangkaian pemeriksaan sebelum mencapai publik

2.2.1 Ideologi Dominan : Membangun Realitas
- Ideologi Dominan : mengatur keyakinan dan praktik budaya yang membantu mempertahankan kepentingan sosial, ekonomi, dan politik yang kuat
- Media massa berfungsi untuk menjaga hak-hak kelompok tertentu
- Stereotip: generalisasi tidak dapat diandalkan dengan semua anggota kelompok yang tidak mengakui perbedaan individu dalam kelompok

2.3 Pandangan feminis
Feminis berbagi pandangan dengan teori konflik  mengenai stereotip media massa dan salah menggambarkan realitas sosial
- wanita kurang terwakili
- Mengabadikan pemandangan stereotip gender
- Menekankan peran seks tradisional dan menormalkan kekerasan terhadap perempuan

2.4 Pandangan interaksionis
- Interaksionis terutama tertarik pada pemahaman bersama tentang perilaku sehari-hari
- Memeriksa media pada tingkat mikro untuk melihat bagaimana mereka membentuk sehari-hari perilaku sosial
- Para sarjana semakin menunjukkan media massa sebagai sumber aktivitas harian utama


Figure 7-2. The Internet Explosion


Table 7-2. Sociological Perspectives on the Mass Media

2.5 Audiens

2.5.1 Siapa di dalam Audiens?
- Media massa dibedakan dari lembaga-lembaga sosial lainnya karena kehadirannya perlu penonton
- Diidentifikasi, kelompok yang terbatas atau jauh lebih besar, kelompok tidak terdefinisi

2.5.2 The Segmented Audience
Semakin banyak media yang memasarkan perusahaan mereka ke khalayak tertentu
Peran audiens sebagai pemuka pendapat menggugah rasa ingin tahu peneliti sosial
Pemimpin Opini: seseorang yang melalui hari-hari kontak personal dan komunikasi, mempengaruhi pendapat dan keputusan orang lain

2.5.3 Perilaku Audiens
Respon sering dipengaruhi oleh karakteristik sosial:
- pendudukan ( Occupation)
- ras (Race)
- pendidikan (Education)
- pendapatan (Income)

2.6 Industri Media

2.6.1 Konsentrasi Media
Sejumlah perusahaan multi-nasional mendominasi penerbitan, penyiaran, dan industri film

2.6.2 Jangkauan Media Global
Media massa telah mulai membuat dusun global dalam hal komunikasi
Kunci Internet untuk menciptakan jaringan benar-benar global


Figure 7-3. Media Penetration in Selected Countries

Kebijakan Sosial dan Media Massa

2.6.3 Tindak Kekerasan Media

2.6.3.1 pengaturan
Kita menghabiskan banyak waktu dengan media
Apakah menonton berjam-jam media massa dengan gambar kekerasan menyebabkan seseorang berperilaku berbeda?
Beberapa penelitian terkait paparan kekerasan media untuk perilaku agresif selanjutnya
Hal ini penting untuk menyadari bahwa faktor-faktor lain selain media juga terkait dengan perilaku agresif.

2.6.3.2 Wawasan sosiologis
+Teori konflik dan feminis merasa terganggu karena korban yang digambarkan dalam citra kekerasan seringnya:
- wanita
Gambar 15. Wanita
link: http://pixabay.com
- anak-anak
Gambar 16. Anak-anak
link: http://images.gofreedownload.net
- miskin
Gambar 17. Miskin
link: http://3.bp.blogspot.com
- suku bangsa golongan kecil
- warga negara asing
- cacat fisik

+ Wawasan sosiologis
Interaksionis terutama tertarik untuk mencari tahu jika kekerasan di media yang kemudian dapat menjadi skenario untuk perilaku kehidupan nyata

+ Inisiatif kebijakan
Pembuat kebijakan menanggapi hubungan antara kekerasan yang digambarkan di media dan agresi kehidupan nyata:
Pernyataan publik bagi dukungan keluarga-berorientasi, konten media yang lebih sedikit-kekerasan
keseganan untuk melewatkan hukum dipandang sebagai penyensoran


Figure 7-4. Violence on Prime-Time Television, 1998—2002

Sumber:

1. Pada tanggal 23 Mei 2015, disarikan dari http://id.wikipedia.org (globalisasi)
2. Pada tanggal 23 Mei 2015, disarikan dari https://www.academia.edu (dampak positif dan negatif globalisasi)
3 Pada tanggal 16 Mei disarikan dari PPT Binus Maya : Globalization, Technology, Mass Media, and Social Change. Pertemuan ke-11.

Jumat, 15 Mei 2015

Pertemuan ke-10: Masalah Sosial Manusia: Penyimpangan, Kriminalitas, Kontrol Sosial, dan Ketidaksetaraan Global

1. Penyimpangan (Deviance)

1.1 Pengertian Penyimpangan
Gambar 1. Deviant
link: http://cowanboswell.wikispaces.com
Penyimpangan adalah suatu perilaku yang melanggar standar perilaku atau harapan dari suatu kelompok atau masyarakat.
- Melibatkan pelanggaran terhadap norma kelompok yang mungkin atau tidak ungkin diformalkan dalam hukum.
- Definisi sosial dalam suatu masyarakat tertentu dan pada waktu tertentu.

1.1.1 Penyimpangan dan Stigma Sosial
Gambar 2. Erving Goffman
link: http://thesocietypages.org
Menurut Goffman, stigma adalah label masyarakat yang menggunakan devaluasi (penurunan nilai) terhadap anggota kelompok sosial tertentu.

1.1.2 Penyimpangan dan Teknologi
Inovasi (perubahan) teknologi dapat mendefinisikan interaksi sosial dan standar perilaku yang berkaitan dengan mereka.

2. Kontrol Sosial

Pengertian Kontrol Sosial
Kontrol sosial adalah suatu teknik dan strategi yang digunakan untuk menvegah perilaku manusia yang menyimpang dalam masyarakat apapun.

Gambar 3. Orang tua
link: http://pixabay.com

- Orang tua
Gambar 4. Peers (kelompok teman sebaya)
link: http://previews.123rf.com
- Kelompok teman sebaya
Gambar 5. Sekolah
link: http://picturerumahminimalis.com
- Sekolah
Gambar 6. Perusahaan
link: http://www.clipartheaven.com
- Perusahaan
Gambar 7. Pemerintah
link: http://pemerintah.net
- Pemerintah

2.1 Sanksi
Gambar 8. Sanksi
link: http://thumb1.shutterstock.com
Sanksi berupa hukuman dan imbalan untuk sebuah perilaku yang menyangkut norma sosial.
- Masyarakat sering kali menerima pesan kompetisi mengenai bagaimana berperilaku

2.1.1 Fungsionalis
Masyarakat harus menghormati norma-norma sosial jika ada kelompok atau masyarakat yang bertujuan untuk bertahan hidup.

2.1.2 Teori Konflik
Keberhasilan memfungsikan masyarakat secara konsisten menguntungkan kuat atau lemahnya kelompok lain.

2.2 Confirmity and Obedience

2.2.1 Conformity (Kesesuaian)
Gambar 8. Conformity
link: http://blogs.baruch.cuny.edu
adalah pergi bersama dengan rekan yang tidak memiliki hak istimewa untuk mengarahkan suatu perilaku.

2.2.2 Obedience (Ketaatan)
Gambar 9. Obedient
link: http://comps.canstockphoto.com
adalah kepatuhan terhadap suatu otoritas yang lebih tinggi dalam suatu struktur hirarki.

Percobaan Milgram (The Milgram Experiment)
Gambar 10. Milgram Experiment
link: http://1.bp.blogspot.com
- Penguji menginstruksikan individu untuk meningkatkan kejutan listrik yang menyakitkan ke subjek percobaan.
- Hampir 2/3 dari peserta percobaan masuk ke kategori "obedient subjects" (subjek yang patuh).

2.3 Kontrol Sosial Informal dan Formal
- Kontrol Sosial Informal: digunakan untuk menegakkan norma-norma begitu saja.
- Kontrol Sosial Formal: dilakukan oleh agen resmi.
Kontrol sosial informal dapat benar-benar merusak kontrol sosial formal.

2.4 Hukum dan Masyarakat
Beberapa norma sangat penting untuk masyarakat dan diformalkan dalam hukum.

2.4.1 Hukum
Gambar 11. Hukum
link: http://www.cliparthut.com
Hukum adalah suatu lembaga kontrol sosial. Tatanan hukum mencerminkan nilai-nilai dalam posisi untuk melaksanakan kewenangan.

2.4.2 Teori Kontrol
Koneksi kita terhadap anggota masyarakat mengarahkan kita secara sistematis untuk menyesuaikan diri dengan norma masyarakat.

2.5 Perspektif Fungsionalis

2.5.1 Pandangan Durkheim
Gambar 12. Emile Durkheim
link: http://www.greatthoughtstreasury.com
- Hukum didirikan dengan bantuan budaya yang menentukan diterimanya suatu perilaku dan berkontribusi erhadap kestabilan.
- Erikson mengilustrasikan fungsi dari pemeliharaan batas penyimpangan
- Anomie adlah keadaan kehilangan arahan yang dirasakan dalam masyrakat ketika kontrol sosial dari perilaku individu menjadi efektif.

2.5.2 Teori Penyimpangan Merton
Gambar 13. Teori penyimpangan Merton
link: http://image.slidesharecdn.com
Teori Penimpangan Anomie: Bagaimana individu beradaptasi dengan cara tertentu sesuai atau menyimpang dari harapan budaya.
- Konformis
- Inovator
- Ritualisme
- Retret
- Pemberontak 

2.6 Perspektif Interaksionis

2.6.1 Teori Transmisi Budaya

- Transmisi budaya: Manusia belajar bagaimana berperilaku dalam situasi sosial, benar atau tidak benar

- Asosiasi Diferensial: Proses di mana paparan sikap yang menguntungkan untuk tindak pidana mengarah ke pelanggaran aturan (Sutherland)

- Teori Disorganisasi Sosial: Peningkatan kejahatan dan penyimpangan dikaitkan dengan tidak adanya atau kerusakan hubungan komunal dan lembaga-lembaga sosial.
Beberapa mengklaim teori disorganisasi sosial tampaknya "menyalahkan korban"

-Teori pelabelan
Merupakan suatu upaya untuk menjelaskan mengapa beberapa orang dipandang menyimpang sementara yang lain tidak, juga dikenal sebagai pendekatan sosial-reaksi.
+Pendekatan sosial-reaksi: Respon terhadap tindakan, bukan perilaku, menentukan penyimpangan.

2.7 Pelabelan dan Agen Kontrol Sosial
Profil rasial, di mana orang-orang yang diidentifikasi sebagai tersangka kriminal adalah murni berdasarkan ras, hal ini telah telah mendapat pengawasan publik.
Popularitas teori pelabelan ini tercermin dalam munculnya perspektif yang terkait yang disebut konstruksionis sosial.

2.8 Perspektif Sosial Konstruksionis
- Penyimpangan adalah produk dari budaya yang kita diami.
- Berfokus pada keputusan yang menciptakan identitas menyimpang.

2.8.1 Pelabelan dan Penyimpangan Seksual
-Definisi perilaku penyimpangan seksual bervariasi secara signifikan dari waktu ke waktu dan dari budaya ke budaya.
Penggunaan istilah, meskipun dengan cara yang positif masih menunjukkan seksualitas manusia dapat dibatasi dalamsederhana, kategori eksklusif.
Definisi penyimpangan seksual tampaknya berubah di setiap generasi.

2.9 Teori Konflik
Orang dengan kekuatan melindungi kepentingan mereka sendiri dan menetapkan penyimpangan untuk menyesuaikan dengan kebutuhannya.
Keadilan diferensial: Perbedaan dengan cara kontrol sosial diterapkan terhadap kelompok yang berbeda.

2.9.1 Perspektif Feminis
Adler dan Chesney-Lind berpendapat pendekatan yang ada untuk penyimpangan dan kejahatan dikembangkan oleh laki-laki dalam pikiran.
Masyarakat cenderung memperlakukan perempuan dengan cara stereotip.
Pandangan dan sikap budaya terhadap perempuan mempengaruhi bagaimana mereka dipandang dan diberi label.

Table 8-1: Modes of Individual Adaptation

Table 8-2: Sociological Perspectives on Deviance

3.  Kejahatan
Gambar 14. Crime
link: http://media.morristechnology.com
3.1 Pengertian Kejahatan
Pelanggaran hukum pidana dimana beberapa otoritas pemerintah menerapkan sanksi formal.
Termasuk: a) kejahatan indeks, b) pembunuhan, c) pemerkosaan, d) perampokan, e)kekerasan pencurian, f) pencurian, g) pencurian kendaraan bermotor, dan h) pembakaran.

3.2 Tipe Kejahatan
Sosiolog mengklasifikasikan kejahatan dalam hal bagaimana mereka berkomitmen dan bagaimana masyarakat memandang pelanggaran sebagai berikut: 
                 3.2.3  Kejahatan tanpa korban (Victimless crimes)
pertukaran bersedia di antara orang dewasa untuk luas yang diinginkan, tapi ilegal, berupa barang dan jasa.

3.2.2 Kejahatan profesional (Professional crime)
Banyak orang berkarir untuk kegiatan ilegal.
Penjahat Profesional (Professional criminal) adalah orang yang melakukan kejahatan sebagai pekerjaan sehari-hari.


3.2.3  Kejahatan terorganisir (Organized crime)
Kelompok yang mengatur hubungan antara berbagai perusahaan kriminal yang terlibat dalam kegiatan ilegal.
-          Mendominasi bisnis ilegal.
-          Berfungsi sebagai sarana atas mobilitas bagi kelompok orang-orang yang berjuang untuk keluar dari kemiskinan.

3.2.4 White Collar and Technology-Based Crime (Kejahatan Kerah Putih dan Kejahatan Berbasis Teknologi)
3.2.4.1  Kejahatan Kerah Putih (white collar)
Tindakan ilegal yang dilakukan dalam rangka  kegiatan usaha.
Gambar 15. White Collar Crime
link: http://comps.canstockphoto.com
3.2.4.2  Kejahatan Komputer (Computer crime)
Penggunaan teknologi tinggi untuk melaksanakan penggelapan atau penipuan elektronik.
3.2.4.3  Kejahatan korporasi (Corporate crime)
Setiap tindakan oleh sebuah perusahaan yang diancam dengan hukuman pemerintah.


3.2.5 Kejahatan karena kebencian (Hate Crime)
Pelaku termotivasi untuk memilih korban berdasarkan ras, etnis, agama, atau karakteristik pribadi, dan kebencian yang mendorong pelaku untuk melakukan kejahatan.
Pada tahun 2010 lebih dari 8.300 kejahatan karena kebencian dilaporkan.
Mayoritas dilakukan oleh anggota kelompok dominan terhadap yang relatif tidak berdaya.


3.2.6 Kejahatan Transnasional (Transnational Crime) merupakan kejahatan yang terjadi di berbagai batas negara.
-          Sebagian contoh mengerikan mencapai perbudakan
-          Kerjasama bilateral dalam pengejaran penjahat perbatasan umum
-          Kejahatan internasional mencakup seluruh dunia


Figure 8-2: Categorization of Reported Hate Crimes

Table 8-3: Types of Transnational Crime

4. Global Inequality (Ketidaksetaraan Global)

4.1  Kesenjangan Global (The Global Divide)
-          Ketidaksetaraan adalah faktor penentu yang signifikan dari perilaku manusia.
-          Kesenjangan dalam kekayaan global timbul akibat Revolusi Industri dan peningkatan produktivitas pertanian.
-          Mengakibatkan peningkatan standar hidup yang tidak merata di seluruh dunia.

4.2 Stratifikasi dalam Sistem Dunia
Kontras mencolok antara negara-negara industri dan berkembang
- Warisan kolonialisme
- perusahaan multinasional
- Modernisasi


Figure 10-1: Fundamental Global Inequality
Catatan: Dalam perbandingan ini, negara-negara industri termasuk Amerika Serikat dan Kanada, Jepang, Eropa Barat, dan Australasia. Negara-negara berkembang termasuk Afrika, Asia (kecuali Jepang), Amerika Latin, Eropa Timur, Karibia, dan Pasifik. Sumber: Diadaptasi dari Sutcliffe 2002: 18.

4.3 Warisan Kolonialisme
Gambar 16. Peta kolonialisme pada tahun 1800
link: https://saripedia.files.wordpress.com
- Colonialism: Kekuatan asing (luar negeri) mempertahankan dominasi politik, sosial, ekonomi, dan budaya untuk jangka panjang.

- Neocolonialism: Lanjutan ketergantungan pada negara-negara industri di manajerial dan keahlian teknis oleh mantan (bekas) koloni.

- Analisis Sistem Dunia: Wallerstein
Hubungan ekonomi dan politik yang tidak setara di mana negara-negara industri tertentu dan perusahaan global mereka mendominasi inti dari sistem ekonomi dunia.
+Ketergantungan Teori (Dependency Theory): Bahkan saat negara berkembang membuat kemajuan ekonomi, mereka tetap lemah dan tunduk kepada negara-negara dan perusahaan inti.

Gambar 17. Globalisasi
link: https://desyviani.files.wordpress.com
-Globalization: Integrasi seluruh dunia terhadap kebijakan pemerintah, budaya, gerakan sosial, dan pasar keuangan melalui perdagangan dan pertukaran ide.

4.4 Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional adalah organisasi komersial yang berkantor pusat di negara tapi melakukan bisnis di seluruh dunia.
-          Total pendapatan dari bisnis multinasional setara dengan nilai total barang dan jasa dipertukarkan di seluruh negara.
-          Lebih dari 10% barang  dan layanan AS yang terkait dengan ekspor atau impor barang

4.5 Pandangan Fungsionalis
-          Perusahaan multinasional dapat membantu negara-negara berkembang
-          Pekerjaan dan industri
-          Pemanfaatan maksimal dan optimal terhadap teknologi sekaligus mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan
-          Membuat negara lebih saling bergantung dan mengurangi kemungkinan untuk terjadinya konflik

4.6 Pandangan Konflik
-          Perusahaan multinasional mengeksploitasi pekerja lokal untuk memaksimalkan keuntungan
-          Investasi oleh perusahaan multinasional awalnya memberikan kontribusi untuk menjadi tuan rumah kekayaan
-          Akhirnya meningkatkan kesenjangan ekonomi di negara-negara berkembang

4.7 Modernisasi
Gambar 18. Modernisasi
link: http://4.bp.blogspot.com
4.7.1 Pengertian Modernisasi
Modernisasi adalah proses di mana negara perifer bergerak dari lembaga tradisional menjadi karakteristik orang-orang dari masyarakat yang lebih maju.

4.7.2 Teori Modernisasi
Fungsionalis melihat modernisasi dan pembangunan yang bertahap akan meningkatkan kehidupan orang-orang di negara-negara berkembang.


Table 10-1: Sociological Perspectives on Global Inequality

4.8 Social Mobility

4.8.1 Pola mobilitas antargenerasi di negara-negara industri:
1.      Kesamaan dalam cara orang tua memposisikan sistem stratifikasi ditransmisikan kepada anak-anak,
2.      Peluang mobilitas dipengaruhi oleh faktor-faktor struktural
3.      Imigrasi  merupakan faktor penting dalam membentuk tingkat masyarakat mobilitas antargenerasi

4.8.2 Mobilitas di negara berkembang:
Gambar 19. Negara Berkembang
link: http://image.slidesharecdn.com
-        Tingkat makro sosial dan perubahan ekonomi sering membayangi pergerakan tingkat mikro dari satu pekerjaan ke yang lain.
-          Perbedaan gender dan Mobilitas
-          Sebagai negara berkembang dan akibat adanya modernisasi, peran penting perempuan dalam produksi pangan memburuk

Sumber:
Pada tanggal 15 Mei 2015, disarikan dari Human Social Problems: Deviance, Crime, Social Control, and Global Inequality. Pertemuan ke-10.